Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]
Call /SMS / WA ke H. Solichin Toip +6281327018755 Pin BB
: D7E7B816

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

5.18.2013

Tips dan Trik Pemakaian serta Pemeliharaan Rebana, dll.

pemakai rebana
canebo motor     Rebana Anda ingin awet dan stabil suaranya ? Disamping rebana harus dibuat dengan mementingkan hak konsumen [tidak menjual barang asal jadi atau aspal/ asli tapi palsu],
namun konsumen atau penabuh rebana juga harus rajin merawatnya agar alat musiknya awet, kalau perlu bisa diwariskan sampai tujuh turunan, hehe... (yang ni ga serius, yh ?)
     Rebana Produk Suara Tunggal Bahana masing-masing type telah diklasifikasikan dan disesuaikan dengan usia atau jenjang pendidikan  pemakainya ( penabuh ). Klasifikasi lebih difokuskan pada bahan kayu. Karena tiap-tiap kayu bahan rebana berbeda beratnya. 
     Seorang anak usia sekolah dasar akan lebih cocok jika menggunakan rebana dari bahan kayu Mangga, atau maksimal kayu Mahoni daripada kayu Sono Keling, Wangkal atau kayu-kayu yang lebih berat lagi. Sebaliknya anak usia lanjutan pertama [usia remaja dan dewasa] akan lebih cocok jika memakai rebana dari bahan kayu Sono Keling, Wangkal atau minimal kayu Mahoni.
     Klasifikasi demikian sengaja kami bagi-bagi dan sarankan, karena tenaga masing-masing pemakai tidak sama. Sehingga nantinya akan berpengaruh pada kestabilan dalam memegang rebana serta hasil pukulannya [nada suara]. Namun demikian, keterangan di atas tidak begitu berlaku ketika yang digunakan adalah rebana Qasidah. Karena bahan kayu dan bentuk rebana Qasidah cenderung lebih ringan dan tipis.

I. Pemakaian Rebana, Bass dan Rebana Qasidah ;
  1. Posisikan rebana dalam keadaan berdiri, kulit luar menghadap ke arah kanan menyerong 15 °  ke depan. Sementara bagian belakang  ( tidak berkulit ) menghadap ke kiri menyerong 15° ke belakang.
  2. Pegang bagian bawah rebana dengan tangan kiri, angkat ke atas paha dan ke depan dada kiri pada posisi bersila [lihat gambar di atas]. Atau pada posisi berdiri langsung angkat ke depan dada sebelah kiri.
  3. Alternatif lain cara memegang rebana adalah dengan  posisi kulit luar Rebana lurus ke samping kanan dan bagian belakang lurus ke samping kiri. Kemudian  angkat ke depan tengah-tengah dada. Posisi demikian dilakukan baik dalam keadaan duduk maupun berdiri.
  4. Pukul dengan tangan kanan bagian pinggir kulit untuk menghasilkan nada “ tang ”, dan pukul bagian tengah kulit untuk menghasilkan nada “ tung “ atau “ dung “.
  5. Pengecualian : bagi pemakai Rebana yang sudah mahir terkadang suara pinggir kulit bisa menimbulkan nada “ tung “ atau “ dung “ sementara  bagian tengah kulit justru menimbulkan nada “ tang “.
II. Pemeliharaan aneka Rebana, Bass, dan Rebana Qasidah ;
  1. Setelah pemakaian selalu usap bagian kulit luar Rebana dan Bass Hadrah dengan tangan yang sudah dibasahi air putih dingin ( bukan air es ),  agar keringat, minyak atau sisa makanan yang menempel dapat  dibersihkan. Setelah itu lap dengan kain kering dari bahan yang halus. Dapat juga dibersihkan dengan menggunakan canebo atau lap sepeda motor.
  2. Setelah pemakaian rebana Qasidah cukup dilap dengan kain kering dan halus. Karena kulit Rebana Qasidah umumnya telah dilapisi dengan cat dan sablon. Begitu juga halnya dengan bodi atau kayu masing-masing jenis rebana cukup dilap dengan kain yang kering dan halus saja.
  3. Jangan sekali-kali menjemur rebana di bawah terik matahari, karena suara yang sudah dibuat menjadi tidak stabil. Kendor ketika cuaca dingin dan kencang ketika cuaca panas.
  4. Ketika istirahat dari pemakaian jangan simpan rebana dengan posisi kayu atau bagian belakang di atas teras. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari lecet-lecet akibat  benturan langsung antara cat / plistur dengan  teras. Akan lebih baik jika posisi kulit di atas atau bisa juga sebaliknya sementara bagian bawah di atas tikar yang halus. Atau bisa juga biarkan menyandar miring dengan sedikit posisi kulit menempel ke dinding yang rata dan halus.
  5. Bungkus rebana dengan kantong plastik dan biarkan tidak terikat. Kemudian  masukkan ke dalam tas. Usahakan resleting tas juga tidak ditarik sepenuhnya agar sirkulasi udara tetap ada.
  6. Simpan rebana yang sudah terbungkus tas di luar atau dalam lemari dan biarkan kaca lemari tidak tertutup rapat.
  7. Hindari menyimpan rebana di tempat yang lembab atau panas. Sebaliknya simpanlah di tempat yang kering dan sejuk.
  8. Semoga bermanfaat. Silakan Anda tuangkan komentar atau pengalaman Anda di bawah....  
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ahlan bikum...
Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.
Salam ukhuwwah !