Apresiasi Trans7 "Laptop Si Unyil " 2010
Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]

Call /SMS / WA ke H. Solichin Toip +6281327018755

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

Sejarah Rebana Indonesia dari Desa Kaliwadas-Bumiayu

Group Rebana Syrakal Jawa
Group Rebana Syrakal tampil dalam sebuah acara selamatan
Definisi Rebana 

Rebana: bahasa Indonesia; Wilayah Jawa, Sumatra, dll.: Genjring, Kencer, Terbang; daerah Kalimantan : Gendang; Arabic: Duffuf, adalah alat musik tradisional Islami asli Indonesia. Rebana adalah alat musik tepuk dengan media dasar kayu dan kulit. Dan rebana merupakan perkusi dalam kategori membranophoni.

Rebana terbuat dari kayu pilihan, berdesain khusus: bulat, pipih dan berlubang_dengan sebelah lubangnya dipasang kulit kambing yang sudah disamak putih.

Instrumen rebana yang bagus adalah yang bersuara jernih, tidak fals serta disesuaikan dengan versi, aliran atau rumusnya. Karena rebana adalah termasuk jenis kerajinan seperti halnya seni kerajinan lain yang semestinya dibuat secara halus, esklusif serta dengan jiwa seni pula.

Fungsi Rebana

Rebana adalah salah satu jenis hiburan bermusik dengan iringan syair bernuansa Islami: Shalawat dan Dikir hingga semangat Nasionalisme. rebana bukan hanya menjadi hiburan orang-orang kampung tapi juga merambah ke kota, sekolah serta instansi pemerintah


Asal-usul Rebana
    Eksistensi rebana di desa Kaliwadas, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, bermula dari ide dan keuletan bapak Madali (almarhum) dan bapak Toip ( almarhum ) dalam 'menciptakan' alat musik Islami ini pada era sulit_zaman perjuangan dan kemerdekaan Indonesia, sejak tahun 1940 sampai 1950-an. Saat itu pembuatan rebana boleh dibilang masih terbatas dan hanya sebagai pengisi waktu luang, disela-sela kesibukan mereka bertani. Pembeli dan penikmat suaranya yang khas pun masih sebatas orang-orang berusia tua  dan di daerah terdekat saja. Jenisnya pun saat itu hanya ada dua macam, yakni rebana Syrakal [ Diba ] dengan kolaborasi  Gending Jawa Klasik [ Terbang Jawa ] yang terbuat dari kayu glugu/ batang pohon kelapa. 

Cara Membuat Rebana

Pembuatan kluwung ( bodi ) rebana masih menggunakan cara manual, yakni dengan ditatah dengan menggunakan pisau khusus untuk mendesain serta melubanginya. " Itu pun masih bekerja sama dengan seseorang dari daerah Jatilawang, Banyumas, " cerita bapak Toip suatu ketika.

Baru kemudian pada era 1970-an mereka mulai menggunakan mesin bubut bertenaga kaki ( digenjot ), agar as yang sudah dipasangi bahan rebana/ kayu berputar. Pada tahun berikutnya, sekitar 1980-an mulailah pembuatan kluwung rebana menggunakan mesin bubut bertenaga listrik.
   
Market Rebana

Masih pada tahun 1970-an seorang pengusaha dari Tasikmalaya, Jawa Barat bernama Haji Sulaeman (almarhum) datang berkunjung. Beliau merasa tertarik melihat keuletan bapak Toip yang notabene pembantu bapak Madali, sehingga kemudian mengajaknya bekerja sama agar mandiri dan maju, dengan memberinya modal gratis_dengan syarat produk rebananya harus dijual kepada beliau! Kebetulan Haji Sulaiman sudah memiliki toko pernik-pernik kerajinan di daerah Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara dengan nama Toko Musik Setia.

Maka dari toko barang kerajinan dengan produk dagang unggulannya rebana inilah, lambat laun Rebana Kaliwadas yang notabene produk " TOIP " dikenal luas hingga sebagian wilayah Jawa. Hingga berangsur-angsur merambah ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan negara tetangga!

Booming Rebana

Puncak kejayaan rebana berlangsung pada tahun 1999 hingga sekarang. Pengrajin dan pemodal seperti almarhum Haji Sulaiman jumlahnya pun sudah puluhan. Demikian halnya jenis produknya. Rebana Kaliwadas tidak lagi berkutat pada salah satu jenis alat musik saja, seperti pada awal 'penciptaannya'. Berturut-turut ada rebana Qasidah Samrah, Lasqi, Hadrah berbagai versi, Marawis, Gendang, dll. Bahkan alat musik modern pun dibuatnya : Marching Band


Notulen penulis :
  • Spesial merk "Solichin Toip" semua produk dibuat langsung di bengkel Suara Tunggal Bahana, termasuk Bedug Mesjid dan Mimbar.
  • Apresiasi kerjasama dengan RCTV Cirebon pada Kontes Genjring Ramadlan 2 pada tahun 2010. 
  • Pada tahun yang sama, tepatnya pada hari Kartini 21 April 2010, profil kami tampil pada acara Laptop Si Unyil di televisi nasional Trans7.
  • Lihat visualnya di Solichin Toip Channel

Salam !

3 komentar:

  1. Saat ini kami tidak berkerja sama dengan pihak atau toko musik manapun, kecuali dengan pelatih-pelatih yang akan dibuktikan dengan nota dan kode produksi khusus

    BalasHapus
    Balasan
    1. ass, mau tanya bapak jual buku pedoman tentang rebana gak? kalau adda sya mau beli, trimakasi
      by, karnady palembang

      Hapus
    2. Wasslm....Mhn maaf kami tidak menjualnya.

      Hapus

Ahlan bikum...

Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.

Salam ukhuwwah !