Apresiasi Trans7 "Laptop Si Unyil " 2010
Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]

Call /SMS / WA ke H. Solichin Toip +6281327018755 Pin BB
: D7E7B816

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

9.09.2012

Jurus Barakah Kyai Bag. I

      Kisah sukses [baca : berkah atau barakah] produk alat musik Suara Tunggal Bahana merek " Solichin Toip " sengaja dibagikan dengan harapan pembaca dan teman-teman yang lain dapat mengambil
Imbas krisis ekonomi jalan-jalan di Bumiayu menjadi sepi karena orang malas bepergian.
hikmahnya ( kalau ada, yah ? :-D ). Dan, insya Allah akan kami turunkan secara bersambung. Kisah tersebut kami bagikan sebagai kaca benggala bagi keluarga kami khususnya, dalam mengelola produk kerajinan alat musik Islami, tradisional dan moderen. Baik yang berupa kisah suka maupun duka.
     Sahabat-sahabatku, Krisis moneter atau ekonomi yang melanda dunia dan Indonesia pada tahun 1997 bukan hanya menggulung-tikarkan puluhan perusahaan besar dan kecil di Indonesia, tapi juga berimbas pula pada pendidikan pesantren alfaqir [saya] yang sempat oleng. Hal tersebut terjadi dikarenakan usaha pembuatan alat Rebana orang tua alfaqir ikut limbung. Orang-orang tentu berfikir lebih baik membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok dari pada mementingkan hobinya ( bermain Rebana ). 
       Merasa iba alfaqir harus ( terpaksa ) mengalah, demi keberlangsungan pendidikan tiga orang adik. Alfaqir pun keluar dari Pondok Moderen Darunnnajat Pruwatan, Bumiayu, Jawa Tengah, yang telah menempa selama kurang lebih empat tahun ( seharusnya minimal tiga tahun lagi baru selesai dan dilanjutkan mengabdi antara 1 tahun ). Cita-cita suatu saat dapat melanjutkan pendidikan di universitas al-Azhar, Cairo, Mesir pun lenyap seketika. Dan akhirnya, hari-hari alfaqir di rumah pun hanya membantu orang tua dalam membuat kerajinan Rebana.

Label Solichin Toip
     Tahun 1998 saya memisahkan diri dari stempel " Toip " yang menempel di kulit bagian belakang Rebana dengan menambahkan " Solichin " di depannya. Maka jadilah merek " Solichin Toip " ( Untuk selanjutnya kami singkat menjadi STB ; Solichin Toip Bumiayu = Suara Tunggal bahana ), sebagai merek paten produk Rebana Hadrah dengan berbagai versinya, Rebana Diba atau Genjring Syrakal, Bass, Qasidah, Marawis, dan produk-produk alat musik kami lainnya.
      Karena mengharapkan pembeli di rumah saja tidak begitu menjanjikan, maka masih pada tahun yang sama saya berkeliling ke daerah Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat untuk menjual atau memasarkannya. Sekaligus mempromosikan merek STB sebagai salah satu pewaris ke II pengrajin Rebana berkualitas terbaik merek " Toip " dari desa kaliwadas, kecamatan Bumiayu, kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang dirintis sejak tahun 1950-an. 
     Umumnya pendatang baru, tentu nama kami belum begitu dikenal. Beruntung saya mempunyai embel-embel bin Toip yang sudah lebih dulu dikenal pemakai dan penikmat Rebana Genjring. Sehingga STB merasa diuntungkan dengan kebesaran nama ayah kami tersebut. Disamping kebetulan alfaqir juga pernah belajar mengaji di pondok pesantren Raudlatuth-Thoolibiin Lengkong, Garawangi, Kuningan, Jawa Barat, sehingga dimudahkan untuk menjalin komunikasi lama. Pada akhirnya kami memutuskan membuat jaringan bisnis dengan teman lama asal pribumi ( lingkungan pesantren ).
     Singkat cerita, setelah saya sempat bersilaturahim terlebih dahulu dengan dua orang guru saya yang mulia KH. Uci Syarifuddin dan KH. Harun Ar-Rasyid ( sekarang beliau berdua sudah wafat ), akhirnya beliau berdua berkenan membuat 'memo' kepada kami untuk bertemu dan membuat 'kesepakatan bisnis' dengan akhinal-kiram al-ustadz Maksum ( salah satu keluarga mereka ). 
Bersambung ke Jurus Barakah Kyai Bag. II
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ahlan bikum...
Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.
Salam ukhuwwah !