Apresiasi Trans7 "Laptop Si Unyil " 2010
Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]

Call /SMS / WA ke HM.Solichin Toip +6281327018755

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

TELAH DIBUKA Toko Alat Musik " SOLICHIN TOIP BUMIAYU " di jalan Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat Lokasi setelah AKPER Buntet

9.14.2012

Jurus Barakah Kyai Bagian II : Perjuangan dan Doa

     Kuningan, adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat dengan beribukotakan Kuningan. Posisi astronomisnya di antara 108°23" - 108°47" Bujur Timur dan 6°45" - 7°13" Lintang Selatan
Kabupaten ini terletak di bagian timur Jawa Barat dan berbatasan langsung di sebelah utara dengan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan, serta Kabupaten Majalengka di sebelah barat.
     Iklimnya cenderung sejuk dan dingin. Alfakir pernah merasakan hidup di daerah ini selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Juga pernah merasakan dinginnya angin malam di atas bangku kosong yang sengaja ditinggalkan pedagang di siang hari_di atas trotoar sisi pagar Mesjid Agung Kuningan. 
     Saat itu alfakir tengah berkeliling memasarkan rebana dari rumah ke rumah serta dari pesantren ke pesantren. Hingga pada akhirnya bertemu dengan akhina Maksum di pesantren Raudlatuth-Thoolibiin, Kuningan.
( Lihat ➨ Jurus Barakah Kyai Bagian I )
     Perjuangan hidup yang amat berat dan luar biasa, setidaknya menurut kami, demi mengangkat eksistensi rebana yang hampir punah. Juga demi status sosial dan ekonomi keluarga orang tua yang stagnan.

Strategi Pemasaran
     Tentunya banyak suka duka yang alfakir dapat. Salah satunya mendapatkan strategi baru dalam menjaring pemakai dan penikmat musik rebana yang selama ini tidak kami ketahui. Harap maklum, alfakir bukanlah ahli ekonomi, bukan pula lulusan perguruan tinggi jurusan "kebisnisan". Maka, semuanya berjalan dengan otodidak, apa adanya serta tetap dalam kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa.
     Dan realitanya perkembangan yang tengah terjadi di luar daerah, terutama di beberapa pesantren yang notabene sebagai basis seni Islam itu dikibarkan, ternyata berbeda jauh dari produk instrumen musik yang selama ini dibuat di daerah Kaliwadas. 
     Dengan kata lain industri kecil rebana di desa Kaliwadas real tertinggal beberapa langkah dengan industri yang sama dari daerah lain. Kerajinan rebana di desa Kaliwadas hanya berkutat pada pembuatan rebana Diba, Syrakal, Qasidah Samrah dan kolaborasinya saja, yang peminatnya saat itu hanyalah orang-orang dewasa atau lanjut. Padahal, ada produk rebana lain yang tengah ramai dibicarakan, yakni rebana Hadrah versi Salafudin Pekalongan dan Simtudh-Dhurar (Al-Banjari) yang peminat dan penikmatnya kebanyakan anak-anak remaja.
      Maka, di rumah, prioritas ekspansi baru produk rebana segera kami susun. Ia menjadi alternatif agar dapat mengangkat nilai jual kerajinan rebana Kaliwadas-Bumiayu yang hampir collaps, khususnya trademark pribadi " Solichin Toip ". Maka, ketika orang lain di desa kami belum mengetahui dan memproduksi, kami segera bekerja keras membuat Rebana Hadrah dengan kolaborasi bass cepernya yang tengah laris di pasaran itu.
     Promosi gencar segera kami lakukan. Meskipun dengan cara apa adanya seperti menyebar pamlet, kartu nama dan membuat jaringan dengan beberapa mantan teman pesantren di lain kota. Berhasilkah ? Ora et labora, Alhamdulillah lambat laun nilai jual rebana Kaliwadas mulai terangkat lagi. Para pembeli pun mulai berdatangan ke desa kami.
    Maka, para penikmat musik shalawat alias band kepret itu, yang kebetulan tidak langsung datang ke rumah kami otomatis tetap akan menggunakan produk kami juga, meski tanpa merek Solichin Toip. Karena pengrajin lain tetap akan datang membeli produk kami untuk melayani tamu atau pembeli yang datang ke rumah mereka.

Bersambung ke Jurus Barakah Bag. III
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ahlan bikum...

Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.

Salam ukhuwwah !