Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]
Call /SMS / WA ke H. Solichin Toip +6281327018755 Pin BB
: D7E7B816

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

11.25.2013

Cara Menggunakan Alat Marawis

1 Contoh komposisi alat Marawis
     Grup-grup baru aliran musik Marawis dari negri Timur Tengah yang identik dipres dengan menggunakan tali ini, bermunculan. Namun tidak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya bagaimana cara menggunakannya [ baca : memegang dan memukulnya, Red.]. Dengan alatnya yang beragam, apa saja sich rumus tepakannya ?

     Demikian kira-kira pertanyaan yang muncul dari beberapa pelanggan dan pengunjung situs ini. Untuk pertanyaan terakhir, rumus Marawis, kami mohon maaf karena untuk saat ini kami belum bisa mempublikasikannya. ( Adakah pengunjung situs yang bermurah hati ingin membaginya dengan yang lain ? Silakan kirimkan ke email kami, yah ? ).
     Lalu bagaimanakah cara memegang dan menggunakan atau memukul alat Marawis ? Sebelumnya kami perlu memberi catatan bahwa, mungkin tiap pengguna alat Marawis yang satu akan berbeda dengan yang lainnya. semua tentu dengan alasan atas dasar kenyamanan masing-masing. Dan mungkin triks yang akan kami paparkan di bawah ini berbeda dengan yang sobat lakukan selama ini. Namun kami tetap akan menyampaikannya, siapa tahu akan bermanfaat bagi sobat-sobat yang lain.
1. Marawis ; Pada jalinan tali temali yang melingkupi sisi lingkaran Marawis ada jalinan khusus yang disiapkan untuk ibu jari tangan pemakai. Masukkan ibu jari tangan kiri, putar Marawis sehingga tali yang melingkar di ibu jari menjadi kencang. Jangan lupa, kulit Marawis sebelah menghadap ke atas dan sebelah yang lain menghadap ke bawah. Posisikan atau sanggahkan jari telunjuk dan kelingking pada bagian pinggir bawah Marawis dan usahakan tepat di bawah lingkaran penjalin. Hal ini dimaksudkan agar suara tepakan tidak menjadi sengau atau fals. Sementara jari tengah dan manis sedikit mengambang dan dapat digunakan untuk sesekali menyela pukulan kulit bawah. Cara memukulnya dengan merapatkan semua jari tangan kanan kecuali ibu jari atau jempol. Rapatkan jari-jari yang empat tadi dan gunakanlah untuk memukul. Usahakan ibu jari melebar ke bawah, sehingga ketika ke empatnya menepak ke kulit ibu jari tetap pada posisi aman di luar jalinan tali atau badan Marawis.
2. Gendang Dumbuk Pinggang atau Calty ; Genggam dengan empat jari leher jenjangnya (D :) lalu putarkan Dumbuk, sehingga posisi empat jari Anda berada di bawah. Sementara ibu jari mengunci bagian atasnya. Kemudian tarik dan kempit [ bahasa Jawa ] pada sisi kiri pinggang. Pada posisi ini otomatis bagian head/ mikia menghadap ke muka dengan perkiraan 15 ^ menyerong ke samping kanan. Sementara bagian belakang lobang menyerong ke kiri.
Catatan : Jika pengguna tunggal [tidak digabung dengan Dumbuk Batu] menginginkan tangan kiri juga digunakan untuk sesekali mengimbangi pukulan tangan kanan, maka tinggal memegang bagian kepalanya saja. Sesuaikan pegangan dan senyaman mungkin menurut Anda.
3. Dumbuk Batu atau Darbuka : posisikan bagian bawah di atas teras dan sejenisnya. Taruh sedekat mungkin bagian atasnya dengan posisi depan Dumbuk Pinggang, sehingga pemakai tidak kerepotan menggerakkan tangan untuk memukul keduanya.
Catatan : Asumsi no. 3 digabung dengan no. 2 [seorang pemakai dengan menggabugkan dua buah alat ]
4. Hajir ; Lingkar atau gantungkan sabuk Hajir yang disediakan di leher [boleh juga di bahu sebelah kanan] dan gunakan kedua tangan untuk memukul bagian kanan dan kiri kulit.
5. Cymbal Statis dan Tamrien ; Ini mungkin yang termudah penggunaannya. Gunakan stick di tangan sebelah kanan untuk memukul Cymball sesuai irama yang diinginkan, sementara stick di tangan sebelah kiri digunakan untuk memukul Tamrien.
     Selamat mencoba !




Reaksi:

4 komentar:

  1. Terima kasih, kami baru mau mulai belajar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Bang. Smg cepat sukses belajar marawisnya

      Hapus
  2. Balasan
    1. Insya Allah lain kesempatan kami publikasikan itu yh, Kang ??

      Hapus

Ahlan bikum...
Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.
Salam ukhuwwah !