MAAF...PESANAN DILAYANI SETELAH UANG MUKA KAMI TERIMA. DAN BARANG SEGERA DIKIRIM SETELAH SISA PEMBAYARAN TELAH LUNAS. SAAT INI KAMI MELAYANI MINIMAL 7 [ TUJUH ] HARI KIRIM

2.22.2013

Istilah Alat Musik Tradisional Nusantara

Bedug mesjid
     Posting kali ini adalah hasil rangkuman kami mengenai istilah dan jenis-jenis alat musik yang beredar ataupun di buat oleh komunitas masyarakat seni di berbagai daerah di Indonesia, khususnya tanah Jawa. Kami mengharap komentar, kritik-saran ataupun catatan tambahan dari pembaca sekalian di kolom komentar bawah, jika yang kami ketengahkan kurang sesuai dengan spesifikasi serta kegunaannya. Karena tidak sedikit jenis alat musik di bawah ini yang tidak diproduksi langsung di home industri kami.
     Selamat membaca !

  1. Angklung ; Jenis alat musik yang terbuat dari dua bentuk bambu berbeda, yaitu bambu bingkai dan bilah nada. Konon, alat musik Angklung pertama kali diciptakan dan dimainkan oleh masyarakat Baduy pada abad ke 12 Masehi untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi mereka tumbuh subur. Catatan Wikipedia ; Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
  2. Bedug ; Jidur ; Bass ; instrumen musik dengan ciri khas suara besar dan menggema. Bedug ; terbuat dari lempengan papan atau bulatan kayu besar dengan lobang kanan kiri dipasang kulit sapi atau kerbau. Namun ada juga bedug mesjid yang hanya dipasang kulit sebelah saja. Selama lebih dari ratusan tahun yang lalu Bedug telah digunakan di mesjid-mesjid sunni sebagai sarana untuk menandakan datangnya waktu shalat, terutama shalat Jumat. Bedug juga kerap digunakan untuk acara rampak bedug, menyambut hari raya 'idzul-fitri dan adha, hingga acara kenegaraan dengan pemukulan bedug sebagai simbol peresmian acara tertentu. Jidur istilah lain bedug; ukurannya lebih kecil dan biasa digunakan sebagai instrumen tambahan rebana Diba versi Cilacap. Jidur biasanya terbuat dari bahan kayu lapis triplek atau seng. Bass; adalah bedug dengan satu lobang dipasang kulit sementara lobang yang lain tetap dibiarkan bolong. Istilah Bass biasa juga digunakan untuk komposisi rebana dalam berbagai versi dengan ukuran garis tengah bervariasi serta ketinggian maksimal 22 cm.
  3. Bonang ; alat musik pukul, sebagai pembuka instrumen Gamelan
  4. Demung ; alat musik pukul, pengiring instrumen Gamelan
  5. Dumbuk; jenis gendang dengan bentuk seperti gelas pesta dan biasa dikolaborasikan dengan seni musik Marawis dan Gambus.
  6. Gambang ; alat musik pukul terbuat dari bilah-bilah bambu ataupun kayu
  7. Gambus; alat musik petik jenis gitar. Namun bentuk Gambus lebih khas dan biasanya cembung di bagian bodi belakangnya. Namun tidak untuk zaman sekarang. Karena jenis dan bentuk gitar Gambus sudah bermacam-macam. Seni musik Gambus berasal dari negeri Arabia dan masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam yang dibawa oleh pendakwah-pendakwah dari negeri tersebut.
  8. Gamelan ; alat musik yang terdiri dari Gong, Kendang atau Gendang, Gambang, Suling atau Seruling, Bonang, Demung,  Kempul, Peking, dan Siter.
  9. Gitar; Guitar ; alat musik petik berdawai, konon berasal dari negeri Persia pada tahun 1500 SM. Jenisnya ada akustik, elektrik dan semi elektrik. Ketiga jenis itu pun akan terbagi-bagi lagi sesuai dengan fungsi serta kegunaannya.
  10. Kentongan ; Kenthongan ; Tong-tong ; alat musik terbuat dari bulatan bambu yang dilobangi pada satu sisinya sebagai penggema suara keluar, sehingga ketika dipukul akan menghasilkan suara "thooong.." Di surau, mushalla atau mesjid biasanya Tong-tong terbuat dari bulatan kayu khusus seperti kayu Jati, Nangka, Waru, dll. Sehingga bunyinya pun akan lebih kemlenthong daripada Kentongan yang terbuat dari bambu. Kentongan, setidaknya dalam satu dasawarsa ini, ramai dikolaborasikan dengan alat musik lain seperti ; Bass, Tripok, Tamrien, Seruling serta beberapa buah Angklung sebagai kesatuan seni musik yang disebut Calung atau Calungan.
  11. Kentrung ; Gitar mini atau ukuran kecil dan biasanya menggunakan empat senar sebagai media petiknya.
  12. Kempling; jenis alat rebana sejenis Ketipung hanya saja ukurannya lebih panjang 18-22 cm. Biasa dikolaborasikan dengan Bass Mapsi yang populer di sekolah-sekolah dasar dan lanjutan pertama khususnya di Jawa Tengah.
  13. Kendang ; Gendang ; alat musik perkusi pengatur irama. Kendang identik dengan suara tang-dung atau dang dan dut. Jenis-jenisnya antara lain : Gendang Dangdut ; pengiring orkes Melayu [Dangdut]. Untuk kolaborasi musik Gambus atau Marawis ada tiga jenis : Gendang Dumbuk Batu/ Darbuka, Dumbuk Pinggang dan Tabla. Gendang Jaipong ; dengan tiga sampai empat varian per set dan biasa digunakan unntuk mengiringi tari jaipongan serta kolaborasi musik Gamelan. Ada juga yang menyebut gendang Jaipong dengan istilah gendak Pencak, karena gendang ini biasa digunakan untuk mengiringi tarian atau jurus ilmu beladiri tersebut. Gendang Zimbe ; Jimbe ; Zimbabwe; konon, jenis gendang ini berasal dari negara Zimbabwe di benua Afrika. Bentuknya sejenis dengan Dumbuk Pinggang. Yang membedakan adalah perakitannya. Dumbuk Pinggang menggunakan nada suara dari head dengan tarikan ring besi, baut dan mur. Sementara Zimbe menggunakan tarikan tali khusus dan bermedia suara dari kulit.
  14. Keprak; Koprok; Tam-tam; rebana kecil dengan diameter 16-22 cm X 6-7 cm, biasa digunakan sebagai pelengkap rebana Hadrah versi habib Syech.
  15. Ketipung; Kotek; Sopran; adalah alat musik rebana terkecil biasa digunakan sebagai kolaborasi rebana Hadrah ( Keprak ), pengiring tarian Melayu ( Kotek ), pelengkap rebana Qasidah ( Sopran ), pelengkap musik Calung/ Kentongan ( Tripok ), dll.
  16. Marawis ; Marwis ; jenis alat musik dengan lobang atas bawah dipasang kulit dengan tali khusus sebagai penarik keduanya. Alat musik ini biasa digunakan sebagai pelengkap jenis musik Marawis dan konon berasal dari Timur Tengah.
  17. Rebana; Dufuf; Genjring; Terbang; alat musik pukul  terbuat dari kayu dan kulit sebagai media tepuknya. Rebana, khususnya di daerah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, pertama kali dibuat pada tahun 1950-an. Jenis-jenisnya antara lain Rebana Syrakal, Jawa Klasik, Bass Rebana, Hadrah, Mapsi, Qasidah, dll. [Baca ; Sejarah Rebana Bumiayu]
  18. Untuk selanjutnya silakan lihat di; Artikel Aneka versi Rebana di Indonesia.
Baca juga pos lainnya...

0 komentar:

Poskan Komentar

Ahlan bikum...
Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.
Salam ukhuwwah !