Apresiasi Trans7 " Laptop Si Unyil " 2010
COD & Online 2-25 hari kirim ( Situasional )

Melayani Harga Eceran dan Grosir


Akibat merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) Suara Tunggal Bahana lebih memprioritaskan layanan pesan beli via Online. Cek caranya di link ini Cara Pesan via Online

Senin, 13 Mei 2013

Komposisi Rebana Hadrah Simtudh-Dhurar tiap Daerah di Indonesia

     Kenapa kami menyebut jenis musik 'band Islami' ini dengan versi rebana Hadrah Simtudh-Dhuror ? Karena alat musik ini dipukul dengan iringan bait-bait sejarah, syair dan pujian  nan indah kepada baginda Rasulullah  Muhammad SAW, dalam rangkuman kitab maulid berjudul Simtudh-Dhurar.

     Ada juga yang menyebut dengan sebutan rebana Hadrah al-Habsyi, karena kitab itu sendiri adalah karangan al'arif billah  habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi, kakek almarghum almagfurlah habib Anis bib Alwi al-Habsyi, Solo. Sementara nun jauh di sebrang Jawa, beberapa daerah di Kalimantan menyebut versi ini dengan istilah Hadrah al-Banjary.
     Adapun satu set lengkap atau komposisi rebana Hadrah Simtudh-Dhuror [ Hadrah al-Habsyi ] antara daerah yang satu dengan daerah lainnya cenderung berbeda_terutama dari segi jumlah instrumennya. 
     Dapat kami sebutkan berdasar pada catatan pelanggan yang membeli produk Suara Tunggal Bahana, antara lain ;
  1. Aceh :  4 rebana Hadrah dan 1 buah Bass Ceper,
  2. Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan sebagian Banyumas : 4 rebana Hadrah, dan 1 buah Bass Jawa atau  Bass model Mangkok,
  3. Banyumas, daerah tertentu : 5-6 rebana Hadrah, 1 Bedug Rebana [ Jidur ] dengan alternatif Bass Rolling [Bass Drum], dan 1 buah Tamrien/ Markis.
  4. Bumiayu :  4 rebana Hadrah dan 1 buah Bass Jawa/ Mangkok ,
  5. Bumiayu versi Grup Ladunny : 6 rebana Hadrah, 1 Kempling, 1 Bass Jawa dm. 40-45 dan 50-55 cm, 1 Cymball Statis, 1 Tamrien dan 1 buah Keyboard
  6. Cilacap ( kecamatan tertentu ) ; 4-6 rebana Hadrah, 1 Bass Ceper , dan 1 buah Tamrien atau markis,
  7. Indramayu : 4 rebana Hadrah, 1 Bass Mangkok dan 2 buah Keprak,
  8. Jakarta : 4-6 rebana Hadrah, 1 Bass, 1 Bariton, dan 2 buah Bass Segi Delapan/ Enam,
  9. Jawa Tengah secara keseluruhan khususnya sekolah SD-SMP : Rebana Mapsi/ Variasi ; 4 rebana Hadrah, Bass, Bariton, Tenor [3 Gendung], 3 Kempling [Kenthang-Kenthing-Kenthung] dan 1 buah Tamrien. Ada juga versi Mapsi dengan kolaborasi yang berbeda [ Lihat contohnya ]
  10. Kalimantan ( beberapa daerah ) : 4 rebana Hadrah tanpa tambahan Bass, dll.
  11. Kalimantan ( provinsi/ kota tertentu ) : 4 rebana Hadrah dan 1 buah Bass Ceper. Ada juga daerah tertentu yang memberi tambahan 2 Bass Jawa dm. 50-60 cm
  12. Kuningan : 4 rebana Hadrah, 1 Bass, 1 Bariton dan 1 buah Tenor,
  13. Lampung : 4 rebana Hadrah, 1 Bass, 1 Bariton dan 1 buah Tenor,
  14. Nusantara [ rebana Hadrah Habib Syech ] : 4 rebana Hadrah, 1 Bass versi Hb Syech, 1 Gendang Dumbuk Pinggang, 1 Bass Tung, dan 2 buah Keprak,
  15. Pekalongan [Salafudin] : 4 rebana Hadrah dan 1 buah Bass Rebana/ Ceper,
  16. Probolinggo dan Malang : 4 rebana Hadrah, 1 Bass Mangkok,
  17. Palembang : 4 rebana Hadrah, dan 1 buah Jidur/ Bedug kecil, dan
  18. daerah-daerah lainnya dengan ragam kolaborasi yang mungkin lebih lengkap dan variatif.
     Mungkinkah di daerah ikhwan-ikhwan versi rebana Hadrah berbeda jumlah instrumen dan kolaborasinya ? Jika ya mari kita bantu ikhwan-ikhwan di daerah lainnya, siapa tahu akan bermanfaat dan dapat menjadi rujukan buat mereka. Caranya, silakan tulis catatan Anda di kolom komentar bawah.
Reaksi:

2 komentar:

Andryan mengatakan...

Assalamualaikum

Untuk sampit, Kalteng. kami membedakan antara Hadrah dan Habsyi/Simtudhurar/Hadrah al-banjari.

-------------
Kalo HADRAH di kalteng adalah syair Habsyi + Iringan 4 rabana hadrah( terbang/tarbangan) & 1 bass. Bunyi yg d hasilkan sedikit di modifikasi,, menyerupai musik2 modern, kami menyebutnya variasi + diiringi dengan tarian dengan tema adat Banjar atau Dayak melayu (biasanya 4 penari laki2 & 5 penari perempuan + pembawa payung hiasan yg di putar2 (laki2 dan/atau perempuan).

--------
kalo HABSYI biasanya dimainkan sama seperti di tempat lain, yaitu pembacaan rawi + syair2 diiringi + rabana hadrah.

biasanya 4 rabbana hadrah + 2 bass besar/kecil + 4 rawis (yg bunyinya, PAK-PAK-PAK).

---------
wassalamualaikum

Solichin Toip mengatakan...

Wa'alaikumussalam Wrb.
Terima ksh sdh bkomentar d artikel kami. Info yg Anda sampaikan tentu bermanfaat buat kami & i Allah jg yg lainnya.
Salam kenal !