Layanan COD atau pesan 3-25 hari kirim [ Situasional ]
Call /SMS / WA ke H. Solichin Toip +6281327018755 Pin BB
: D7E7B816

اللهم صل وسلم على سيدنا ومولنا محمد الذي أنزلت عليه.رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين

12.07.2014

Jurus Barakah Kyai Bagian XIII : Impian Menuju Sukses

menjaring ikan.      Kurang lebih pada tahun 1980-an yang silam seorang ibu seraya tersenyum mengungkapkan harapan hati atau angan-angannya agar anaknya suatu saat bisa sesukses anak tetangganya yang sering dilihatnya
hendak berangkat membawa barang dagangan di pagi hari. Ia melihat anak tetangga itu begitu sukses, dengan melihat bukti rutinitasnya mengantar barang dagangan ke luar kota, entah di mana.
     Si anak yang mendengar harapan ibunya hanya membalas dengan senyum kecil, seraya melirik anak tetangganya itu yang tengah menunggu angkutan. Senyum kecil tanpa harapan. Dia merasa tahu diri, tidak mungkin bisa sehebat mereka yang memang dari sononya juga sudah kaya. Artinya mereka bisa melakukan usaha apa saja karena memang sudah didukung modal dagang atau modal kerja oleh orang tuanya lebih dulu. Sedangkan dirinya sangat sadar, berasal dari keluarga miskin yang terkadang makan pun biasa dengan nasi dan lauk yang sudah dijatah-jatah alias terpotong-potong. Karena saudaranya banyak sementara nasi dan lauknya terbatas !
     Namun belasan tahun kemudian dia mulai menjadi pemimpi yang selalu semangat untuk mewujudkannya. " Aku harus menjadi orang kaya agar tidak dilecehkan tetangga-tetanggaku yang kaya namun sombong, " Semangatnya membara. Dia kemudian melakukannya dengan merintis agar menjadi seorang profesional. Jatuh bangun-jatuh bangun terus menerus membuatnya hampir putus asa. Ia mulai tidak yakin dengan jalan hidup yang dipilihnya. Ibunya kemudian menasehati agar melakukan bisnis yang sama saja, seperti yang dilakukan oleh tetangganya dan orang-orang di kampungnya.
     Yah, remaja yang menjelang dewasa itu kemudian mulai merintis usaha seperti yang dilakukan tetangganya tersebut. Dia merasa melihat harapan yang bagus.

Banyaklah Bermimpi
     Cerita di atas menjadi cermin dan cambuk bagi kami, bahwa kita sewaktu-waktu perlu melihat kesuksesan orang lain, dalam kaitanya dengan dunia usaha. Karena terlalu berkaca diri kadang bisa 'menyesatkan' dan jalan di tempat. Apalagi jika terlalu melihat ke bawah, maka dia hanya akan menjadi orang yang mudah putus asa. Terlalu pasrah dengan nasibnya. Sedangkan perubahan nasib seseorang itu tergantung kemauan dari orang tersebut [ QS. 13 : 11 ].
     Namun sebaliknya dalam kaitannya dengan urusan akhirat, maka kita harus selalu melihat ke atas [ orang yang lebih alim, taat kepada Allah dan Rasulnya ] agar timbul semangat beribadah seperti mereka [ Baca artikel : Menjaring Rakhmat Allah ]. Dan akan merugilah bagi orang-orang yang terus melihat ke bawah [ orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya ].
     Kembali pada tema, kami pernah mendengar sebaris kalimat atau ucapan penuh makna dari seorang guru yang mulia. Beliau berkata : " Banyaklah bermimpi, karena kebanyakan orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang sebelumnya selalu bermimpi. "
     Kami memandang ucapan beliau sebagai sebuah hikmah, bukan wacana kosong yang asal keluar dari lisan. Bahwa benarlah orang-orang yang sukses dalam bidangnya masing-masing adalah karena mereka senantiasa bermimpi. Namun kemudian mereka merancangnya perlahan-lahan serta pasti, hingga kemudian merealisasikannya di kemudian hari.
     Bersambung ke Jurus Barakah Kyai Bagian XIV

Ok, Gan. Kami berharap ente-ente bisa meluangkan waktu untuk memberikan komentarnya di bawah. Siapa tahu komentar dan pencerahannya akan bermanfaat bagi kami dan pembaca lainnya.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ahlan bikum...
Terima kasih Anda berkenan mengomentari produk dan artikel kami. Hanya komentar yang berhubungan dengan artikel atau isi situs ini yang kami publikasikan. KOMENTAR AKAN DIHAPUS jika mengandung iklan terselubung, spam, fitnah, permusuhan, sarkastisme, sara, rasis, link nudisme, bisnis penggandaan uang dan sejenisnya.
Salam ukhuwwah !